Hukum Aqiqah Sehabis Berusia, Percaya Boleh?

Assalamualaikum Sobat Teman Aqiqah,

Bisa jadi di antara kalian ataupun orang yang kalian tahu terdapat yang dahulu belum di- Aqiqah oleh orangtua.

Lalu pertanyaannya dikala ini, apakah butuh di- Aqiqahi meski telah berusia?

Baca terus serta temukan jawabannya! Ulama berbeda komentar menimpa hukum Aqiqah dikala berusia.

Dilansir dari konsutasi syariah, berikut sebagian perkataan para ulama terpaut Hukum Aqiqah Kala Berusia:

Imam Ibnu Qudamah:

“ Bila ia belum diakikahi sama sekali, setelah itu balig serta sudah bekerja, hingga ia tidak harus buat mengakikahi dirinya sendiri.”

Imam Ahmad bin Hanbal: catering aqiqah jakarta selatan

Abdul Malik sempat bertanya kepada Imam Ahmad,“ Bolehkah ia berakikah kala berusia?” Dia menanggapi,“ Aku belum sempat mendengar hadis tentang akikah kala berusia sama sekali.” Abdul Malik bertanya lagi,“ Dahulu ayahnya tidak memiliki, setelah itu sehabis kaya, ia tidak mau membiarkan anaknya hingga ia akikahi?” Imam Ahmad menanggapi,“ Aku tidak ketahui. Aku belum mendengar hadis tentang akikah kala berusia sama sekali.” setelah itu Imam Ahmad berkata,“ Siapa yang melaksanakannya hingga itu baik, serta terdapat sebagian ulama yang mewajibkannya.”( Tuhfatul maudud, Perihal. 87– 88)

Imam Atha’& Hasan al- Bashri:

“ Ia boleh mengakikahi diri sendiri, sebab akikah itu diajarkan menurutnya, serta ia tergadaikan dengan akikahnya. Sebab itu, ia diajarkan buat melepaskan dirinya.”

Imam Angkatan laut(AL) Khalal:

“ Anjuran untuk orang yang belum diakikahi di waktu kecil, supaya mengakikahi diri sendiri sehabis berusia.”

Imam Abdul Aziz Ibnu Baz:

“ Komentar awal yang lebih utama, ialah diajarkan buat melaksanakan akikah buat diri sendiri. Sebab akikah sunah yang sangat ditekankan. Bilamana orang tua anak tidak melaksanakannya, disyariatkan buat melakukan akikah tersebut bila sudah sanggup. Ini bersumber pada keumuman banyak hadis, antara lain, sabda Nabi shallallahu‘ alaihi wa sallam:

كلغلاممرتهنبعقيقتهتذبحعنهيومسابعهويحلقويسمى

“ Tiap anak tergadaikan dengan akikahnya, disembelih pada hari ketujuh, dicukur, serta diberi nama.”

Diriwayatkan Imam Ahamd, Nasa’ i, Abu Daud, Turmudzi, serta Ibn Majah, dari Samurah bin Jundub radliallahu‘ anhu dengan sanad yang shahih.

Baca Juga ; Cabochons Akrilik

Tercantum pula hadis Ummu Kurzin, kalau Nabi shallallahu‘ alaihi wa sallam memerintahkan buat membagikan akikah untuk anak pria 2 kambing serta anak wanita dengan satu kambing. Hadis ini diriwayatkan Imam Ahamd, Nasa’ i, Abu Daud, Turmudzi, serta Ibn Majah. Demikian pula Tirmudzi meriwayatkan yang misalnya dari Aisyah. Serta ini tidak cuma diperuntukan kepada ayah, sehingga mencakup anak, bunda, ataupun yang yang lain, yang masih saudara balita tersebut.” Bersumber pada penjelasan para ulama di atas komentar yang kami cenderung kepadanya merupakan senantiasa disyariatkannya Aqiqah dikala berusia bila belum diaqiqahi ibu dan bapaknya dikala kecil. Perihal tersebut disebabkan Aqiqah hukumnya merupakan sunnah muakkadah( sunnah yang sangat ditekankan buat dikerjakan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *