Menteri Luar Negara( Menlu) Retno Marsudi membuka kegiatan Regional Conference on Digital Diplomacy( RCDD) tahun 2019. Retno menekankan berartinya diplomasi digital guna menunjang diplomasi ekonomi.

” Kalau diplomasi telah tidak bisa dicoba konvensional, digital diplomasi ialah sesuatu keniscayaan, bukan opsi lagi telah ialah sesuatu keharusan,” ucap Retno di Hotel Mulia, Jalur Asia Afrika, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa( 10/ 9/ 2019).

Retno menyebut diplomasi digital ialah salah satu upaya buat menunjang diplomasi di bidang ekonomi. Retno berharap teknologi data bisa menjalakan komunikasi antarnegara buat melaksanakan kerja sama di bidang ekonomi.

” Diplomasi digital bagaikan perlengkapan buat kerja sama ekonomi. Tidak terdapat negeri yang kebal terhadap megatrend ekonomi global, semacam naik kesenjangan, dampak dari revolusi industri, belum lagi perang dagang baru- baru ini. Sehingga, diplomasi serta kerja sama terjalin jadi salah satunya metode buat mengalami tantangan itu,” lanjutnya.

Retno berkata diplomasi digital pula berfungsi dalam menyebarkan pesan perdamaian. Media sosial serta internet wajib digunakan buat melawan ekstremisme di Internet.

” Memakai diplomasi digital International Cooperation buat menyebarkan pesan perdamaian. Teknologi internet serta social media wajib digunakan buat melawan ancaman yang berkembang dari ekstremisme keras di internet,” kata ia.

Lebih lanjut, Retno menyebut diplomasi digital bisa digunakan buat melindungi masyarakat negeri Indonesia( WNI) yang terletak sang luar negara. Baginya, internet merupakan salah satu perlengkapan untuk WNI buat memohon proteksi kepada pemerintah Indonesia.

” Diplomasi digital bagaikan perlengkapan buat melindungi masyarakat negeri kita. Aku yakin kalau bila digunakan secara efisien, internet dapat jadi perlengkapan yang jitu melindungi masyarakat negeri serta kepentingan kami di luar negara,” lanjutnya.

Retno pula menguraikan 2 aplikasi yang digunakan pemerintahan Indonesia buat melindungi WNI. 2 aplikasi tersebut merupakan Portal WNI serta Safe Travel.

” Di Indonesia, di Kemlu, kita telah membangun 2 platform yang baru, ialah Portal WNI serta pula Safe Travel serta platform semacam itu hendak sangat berguna paling utama apabila terjalin krisis ataupun emergency,” kata Retno.

Konferensi ini ialah inisiatif Departemen Luar Negara RI yang ialah tindak lanjut dari International Seminar on Digital Diplomacy Beyond Social Media yang sudah dicoba di Jakarta pada bertepatan pada 12 Juli 2018. Tidak hanya itu, RCDD pula bagaikan konferensi awal yang dicoba dalam bidang diplomasi digital. Aktivitas ini dihadiri oleh 16 negeri di antara lain 10 negeri ASEAN serta 6 negeri yang lain, ialah Australia, RRT( Cina), India, Jepang, Korea Selatan serta Selandia Baru.

Ada 3 tahap pada RCDD ialah tahap antarpemerintah yang hendak mangulas pemanfaatan teknologi digital dalam diplomasi. Setelah itu 2 tahap panel yang tiap- tiap hendak mangulas kedudukan diplomasi digital dalam mengalami suasana krisis dan diplomasi digital guna mendukung pembangunan ekonomi.

Tidak hanya itu ada pameran digital serta talkshow. Pameran diiringi oleh 16 startup Indonesia. Mereka hendak berbagi pengalaman bagaikan salah satu pertisipan dalam membangun ekonomi digital di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *